Kemampuan
menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari tidak selalu dimonopoli oleh
seseorang yang berpendidikan, berpangkat, dan berjabatan tinggi.
Seorang bawahan yang berpendidikan dan berpangkat rendah pun ternyata dapat melakukannya. Lebih-lebih lagi jika contoh yang dimaksudkan itu menyangkut tentang kualitas kerja, dalam menjalankan amanah, sikap ikhlas dan semacamnya.
Jenis pekerjaan setiap orang secara hirarkhis dapat berbeda-beda, dan oleh karenanya masing-masing tingkat dituntut persyaratan secara berbeda pula. Jabatan yang lebih tinggi memerlukan persyaratan lebih banyak dan begitu pula sebaliknya. Dengan persyaratan yang ditentukan itu, maka menjadikan tidak semua orang berhasil meraihnya. Hal seperti itu terasa lazim, sebab seseorang akan ditempatkan sesuai dengan kapabilitasnya masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar